Diarsipkan di bawah: 1
Wanita setengah baya itu bergegas mencarikan layang-layang untuk seorang anak yang menangis Karena layang-layang nya putus, meski ia tak tahu harus kemana mencari layang-layang itu, yang ada dalam benak ibu setengah baya itu adalah bagaimana agar anaknya segera berhenti dari tangisnya. Memang sejak 6 tahun yang lalu setelah suami dan ayah dari anak-anaknya meninggal, praktis hanya tinggal dia seorang diri mengurusi delapan anak-anaknya. Wanita itu tidak pernah mengeluh apalagi putus asa, meski tak sempat menyelesaikan pendidikan dasar, dan tidak bisa membaca dan menulis, namun, wanita itu tak sebodoh dari kebanyakan orang yang mungkin berpendidikan namun culas. Pintar tapi tak bermoral. Wanita setengah baya itu memiliki ketabahan yang mungkin tidak dimiliki oleh setiap orang, memiliki keberanian yang mungkin juga hanya sedikit dipunyai sebagian orang.
Saat ia kemudian harus sendiri mengarungi kehidupan bersama delapan anak-anaknya, mengurusi makannya, mengurusi kehidupannya, mengurusi pendidikan bahkan urusan pernikahan dan sebagainya layaknya orangtua-orangtua yang lain, namun ia tetap tegar menjalani kehidupannya.
Anakku, kita tetap selalu harus menjaga hak-hak Allah. Jika kita selalu menjaga hak-hak Allah, pasti Allah akan menjaga hak-haknya kepada kita, berlakulah tulus ikhlas dimanapun kalian bekerja. Berikan yang terbaik yang kalian punya, demikian pesan yang selalu di dengung-dengungkan kepada putranya disaat menjelang tidur atau menanak nasi di dapur sederhana rumah mereka sekarang, kita agak kesulitan untuk menemukan ketulusan dari seorang ibu. Wanita setengah baya dari sepenggal kisah diatas, mungkin hanyalah sekian bagian dari seluruh kehidupan manusia. Kita sering kali saat ini lebih banyak dihinggapi keinginan untuk meraih segala sesuatu, ingin cepat sukses, ingin pandai, ingin kaya, hingga melupakan nilai-nilai ketulusan dari hati kita. Sungguh kita rindu dengan suasana penuh ketulusan, bertabuh benih-benih keikhlasan sehingga berbunga dan berkembang nilai-nilai kebersamaan dan kedamaian. Akankah tempat kerja dan kehidupan kita?… Hanyalah waktu yang akan menentukan
Oleh Budi Harjo Mpd
Masjiduna magazine
1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>






Wanita yang hebat sekali walupun suidah ditinggal sama suaminya dia bekerja keras untuk anaknya dan mengajarkankan agama kepada anak2 tentang Hak ALLAH SWT
Komentar oleh Sewa Projector Murah September 10, 2009 @ 12:52 pm